Tuesday, 3 July 2018

Sekilas Biografi Saptuari Sugiharto

Saptuari Sugiharto penulis"Trilogi Saptuari" dan "Tatralogi Saptuari "dengan buku nya Kembali ke titik nol , Mencari Jalan Pulang ,berani Jadi Taubaters dan Terakhir Doa Tak Tertolak yang semua nya Best seller

Tentangku

Saptuari Sugiharto adalah pengusaha yang berasal dari Jogjakarta. Ia merupakan lulusan UGM yang sukses dalam berbisnis . pemilik Kedai Digital usaha percetakan yang memiliki lebih dari 60 cabang di lebih dari 36 kota. alummnus Fakultas Geografi UGM dan menikah dengan Sitaresmi Dewi Hapsari.

Salah satu pengusaha muda dari Yogyakarta yang kini telah sukses mengembangkan usahanya adalah Saptuari Sugiharto. Runner up wirausahawan muda mandiri tahun 2007 ini telah berhasil membesarkan usaha cetak digital yang dirintisnya sejak tahun 2005 dengan brand “ Kedai Digital ”.
Beberapa bisnisnya antara lain Kedai Digital, Kaos Jogist, Bakso Granat, dll. Pria yang satu ini sempat menjadi juara kedua kontes Wirausaha Muda Mandiri.

Saptuari Sugiharto. Dari namanya saja ‘Sugiharto’ sudah mengindikasikan kelak pemuda ini bakalan Sugih Arto yang artinya Kaya Uang. Entahlah karena namanya yang mengandung hoki atau tepatnya pilihan hidup Saptu (begitu biasa dipanggil) yang memang bertekad untuk hidup serba berkecukupan sejak muda dengan berbisnis.


Sebenarnya siapakah sosok Saptuari Sugiharto dan bisnis apa yang sudah ia jalankan sehingga ia dimasukkan kedalam finalis Wirausaha Muda Mandiri.
Berikut adalah kisah sukses dan Biografi Saptuari Sugiharto.

Biodata
Nama : Saptuari Sugiharto
TTL : Yogyakarta, 8 September 1979
Pendidikan : S1 Jurusan Perencanaan Pengembangan Wilayah, Fak Geografi , UGM
Nama Usaha : Gerai Kedai Digital
Penulis buku : Kembali ke Titik Nol,berani jadi Taubaters,mencari Jaln Pulang dan Doa tak tertolak

Penghargaan
2007 Pemenang II Wirausahamuda Mandiri Kategori Mahasiswa Program Pasca Sarjana dan Alumni
2008 Penghargaan ISMBEA (Indonesia Small and Medium Bussiness)
2008 Entrepreneur Award versi Majalah Wirausaha dan Keuangan

Kisah Sukses Saptuari Sugiharto
Saat masih duduk di bangku kuliah ia bersama ibu dan anaknya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Dan hal itulah yang membuatnya semangat untuk menjalankan usaha.

Saat Saptuari sugiharto Masih Kuliah
Sebenarnya sejak masuk dunia mahasiswa Saptuari memang telah memiliki tekad untuk merintis bisnis sendiri. Sambil nyambi kuliah berbagai bisnis pernah digelutinya. ia sempat berjualan celana gunung di kampusnya. Ia membeli celana itu di Bandung dan dijualnya kembali di kampusnya. Ia juga sempat bekerja menjadi penjaga tas di koperasi mahasiswa. Ia juga pernah memelihara ayam dan menjual ayam-ayam tersebut, penjual stiker, hingga sales di agen kartu seluler dan rokok.

Awal Mula saptuari Berbisnis
Saat Saptuari bekerja di event organizer di Yogya. Saat itu EO nya sedang menangani konser band Dewa. Ketika konser berlangsung, Ia terheran-heran melihat .  terjadi kericuhan dalam konser Dewa di mana para penggemar ribut sampai memicu tawuran hanya karena berebut merchandise sang artis.Hampir saja itu menimbulkan tawuran dan pertumpahan darah.

Dari situ Saptuari membatin,”Merchandise berbentuk t-shirt, pin, topi atau yang lain kan bisa diperbanyak, kenapa harus berebut sampai tawuran.” Dari situlah Saptu akhirnya berfikir untuk berbisnis merchandise.

Image result for saptuari sugiharto

Bermula dari rasa ide itu, pada tahun 2005 saptuari mendirikan Kedai Digital, sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang cinderamata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital.Untuk modal awal, ia rela menjual motor dan meminta orangtua menggadaikan rumah keluarga, akhirnya terkumpul modal sebanyak Rp 28 juta.

Saptuari dan Kedai Digital
Langkah awal membangun kedai digital , ia harus mencari mesin digital printing yang kemudian didapatnya di Bandung. Ia juga mencari sumber bahan baku. Kemudian menyiapkan tempat usaha, menyusun konsep produk dan merekrut staf. Ini semua mmebutuhkan waktu enam bulan sebelum Kedai Digital benar-benar bisa beroperasi.

Pada tahun 2004 akhirnya Saptuari dengan 3 karyawannya membuat bilik kecil untuk membuat Kedai Digital. Karyawannya adalah 1 designer dan satu petugas front office.
Awalnya, merchandisenya hanya terbatas pada pin dan kaos. Ketika bisnisnya mulai berjalan stabil, Saptu mulai merekrut desainer dari kampus seni terdekat yang tersebar di Yogyakarta. Untuk promosi, ia meminta bantuann mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogya. Target marketnya adalah para mahasiswa.

Pertama kali buka, Saptuari harus mengalami jatuh bangun, bahkan tidak jarang dia merugi. Puncaknya adalah saat usahanya berjalan 2 tahun, bencana gempa bumi melanda Yogyakarta. Kantor dan hampir seluruh peralatan cetaknya rusak total.

Kedai Digital, Jadi Raja Percetakan Usai Kena Bencana Gempa
Raja Percetakan Digital Jogja, Saptuari Sugiharto Ternyata Pernah Terkena Dampak Gempa Jogja, Namun Berhasil Bangkit dan Menjadi Jauh Lebih Sukses Dari Sebelumnya!

Ia menyewa sebuah tempat bekas pangkalan becak dan memulai usahanya disana. Saat gempa melanda Jogja, usahanya sempat luluh lantah, namun tak membuatnya patah arang.
Menjadi korban bencana bukan hal yang bisa diprediksi dan mungkin hal yang tak diinginkan banyak orang. Namun, bila Tuhan berkehendak apa daya manusia.

Kehilangan berbagai hal dalam hidup harus dihadapi mereka yang menjadi korban bencana. Jika awalnya sangat sulit, tapi manusia dituntut harus tetap bangkit menatap masa depan.
Itu yang ditanamkan dalam diri Saptuari Sugiharto, pria asli Yogyakarta yang sukses di saat putus asa usai menjadi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 lalu.

Putus Asa karena Gempa Bumi
Di tengah keputusasaan, dia kembali menata hidup melalui usahanya Kedai Digital Saptuari. Usahanya bergerak pada bisnis cetak mug, pin, jam dinding ataupun t-shirt terbukti menuai untung menggiurkan. Berikut kisahnya mengutip laman Studentpreneur.com, Kamis (20/11/2014):

Saptuari sugiharto Bangkit, Dengan Satu Mug
Setelah pada tahun 2006 terkena gempa, Saptuari tetap berjuang membangun kembali brandnya. Saptuari yang sejak dari awal sudah membuat produknya secara manual, membuat slogan ‘Bikin mug semau kamu atau bikin merchandise semau kamu’. Ini yang menjadi titik balik Saptuari, banyak muda-mudi dari Yogyakarta yang memesan mug maupun kaos di Kedai Digital. Dan akhirnya pada tahun 2007, Saptuari memenangkan Wirausaha Muda Mandiri pada tahun 2007.

Masyarakat semakin mengenal brand Kedai Digital. Produk-produk dari Kedai Digital pun tidak sembarangan. Bahkan Saptuari pernah membuat keramik yang dipakai jam dinding. Pada waktu itu masih belum ada keramik yang dipakai untuk jam dinding.

Bermula dari sebuah kios kecil di daerah uk mendirikan bisnis unik cetak digital dengan konsep merchandise pribadi. Dengan modal 28 juta, pada tanggal 28 Maret 2005 Ia membuka kios kecil berukuran 2×7 meter di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Gejayan, Yogyakarta,dan diberi nama “ Kedai Digital ”. 

Awalnya kedai digital hanya membuat mug saja, dengan dibantu 3 orang karyawannya kedai digital berhasil membuktikan perkembangan yang pasti hingga menambah produk seperti t-shirt, pin, gantungan kunci, jam, mouse pad, foto dan poster keramik, kalender, serta baner yang semua bisa menggunakan foto sesuai dengan permintaan para konsumen.

kini Kedai Digital memiliki 31 outlet yang tersebar di 21 kota di seluruh Indonesia. Diantaranya yaitu di kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Magelang, Kudus, Klaten Purwokerto, Sukoharjo, Wonogiri, Madiun, Malang, Surabaya, Jember, Balikpapan, Sukabumi, Denpasar, Medan, PADANG, Batam, Pekan Baru dan Banda Aceh.

Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp 400 juta. Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp 900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp 1,5 miliar.

Anda pernah menerima mug sebagai hadiah ualangtahun?
Atau juga mungkin memiliki bingkai foto dan jam dinding unik?
Mungkin itu adalah salah satu karya dari Saptuari. 

Ya. Saptuari adalah pendiri sekaligus pemilik Kedai Digital dimana hasil produksinya adalah cinderamata atau merchandise yang didesain khusus dan unik sehingga memiliki sentuhan pribadi. Tak kurang dari 60 merchandise cantik dan unik tersedia dan dapat dipesan dari Kedai Digital ini

Saptuarai Sugiharto – Pemilik Kedai Digital, Sukses Dengan Rumus ATM Dan PISS
Sebagai anak muda gaul seperti kebanyakan anak muda lainnya, Saptuari mengambil konsep bisnis yang nge-pop saat itu yaitu ATM dan PISS. ATM kepanjangan dari Amati Tiru dan Modifikasi sedangkan PISS kepanjangan dari Positive Thinking, Ikhtiar dan Ikhlas, Sedekah dan Sukses Dunia Akhirat.

Tak ada modal besar ataupun strategi bisnis yang rumit pada pendirian Kedai Digital. Menurut Saptuari, mendirikan bisnis tak harus mencipta hal baru yang mengharuskan riset pasar dan memakan biaya mahal. Dengan cara mengamati dari bisnis yang sudah ada pun juga bisa, kemudian tiru bisnis nya tetapi jangan “ditiru plek” akan tetapi dimodifikasi sehingga menghasilkan keunikan tersendiri, bahkan bisa jadi bisnis yang kita hasilkan bisa lebih unik dan lebih sukses jika kita lebih kreatif dalam memodifikasinya. 

 Itulah penjabaran prinsip ATM yang menjadi dasar bisnisnya Saptuari
Setelah sukses dengan Kedai Digital, ia mulai merintis usaha lain, diantaranya Jogist yang merupakan singkatan dari Jogja Istimewa. Jogist merupakan kaos dengan design-design bertemakan Jogja. Selain itu dia juga memiliki usaha Bakso dan usaha-usaha lainnya.

Saat ini ia pun menjadi Sosialpreuneur dengan membuat gerakan Sedekah Rombongan atau yang disingkat SR. Melalui Sedekah Rombongan, ia membantu orang-orang yang membutuhkan.

Saptuari mendapat penghargaan
Sebelum Kedai Digital, banyak sekali bisnis souvenir yang sudah berdiri. Namun Kedai Digital memiliki keunikan sendiri yang tak bisa didapatkan dari pengusaha souvenir lain. Untuk menciptakan keunikan ini, Saptuari harus melakukan riset pasar. Saptuari mengakui , edukasi pasar tentang produk kedai digital tak berlangsung kilat.

Kenaikan omset juga berlangsung signifikan dan yang paling cepat adalah ketika dirinya dinobatkan sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007. Waktu itu dirinya dan bisnis Kedai Digital mulai di blow-up oleh media sehingga makin banyak yang tahu Kedai Digital dan banyak yang menjadi konsumennya.

Keunikan Kedai Digital
Produk-produk unik dari kedainya, menurut Saptuari, memang mengedepankan sentuhan pribadi. Bahkan bisa juga untuk membangun sisi narsis banyak orang. Orang tentu lebih senang dengan marchendise yang unik dan pribadi. Kedai Digital mampu melihat hal itu dan bisa memenuhinya baik itu sisi kreatifitasnya juga sisi personalnya. Inilah yang tak ada atau jarang diangkat oleh pembuat souvenir lain. Kedai ini juga melayani pesanan satu biji barang sesuai dengan slogannya “Bikin Mug Satu Saja atau Bikin Merchandise Semau Kamu”.

Image result for saptuari sugiharto

Inovasi Saptuari Raja Kedai Digital
Saptuari juga berinovasi hal lain yaitu menggunakan media keramik untuk mencetak foto dan jam dinding. “Dulu keramik hanya untuk lantai, namun saya bisa menggunakannya itu untuk jam dinding dan mencetak foto,” katanya. Jadinya, produk foto keramik menjadi produk favorit konsumennya. Untuk foto keramik, kapasitas produksinya bisa mencapai lebih dari 8000 biji per bulan sedangkan untuk mug bisa mencapai 15 ribu biji per bulan.

Kedai Cutting Brand bisnis Baru Saptuari Sugiharto
Saptuari juga mengenalkan btand baru yang disebut Kedai Cutting. Di Kedai Cutting ini, pelanggan bisa mengorder kaos dengan gambar semaunya baik itu desain hingga kata-katanya. Bahkan Kedai Cutting ini melayani pemesanan walau hanya satu kaos saja. Lagi-lagi Saptuari menyerahkan semuanya kepada pelangganya yang kebanyakan anak muda yang memang banyak maunya. 

Saptuari sadar bahwa pelanggan adalah raja dan inilah yang membuat pelanggannya betah dan setia.
Bisnis Saptuari terus menerus berkembang, ia juga tak bosan menelurkan inovasi-inovasi unik lainnya. Baik dari segi pelayanan sampai pada segi keunikan produk. Sehingga semakin hari semakin banyak pula pelanggannya. Tak heran berbagai penghargaan wirausaha pun berhasil disabetnya.

Franchise Kedai Digital
Dengan usaha keras dan keyakinan yang dimiliki pemuda 31 tahun ini, kini usaha kedai digital yang dijalannya 5 tahun ini telah memberikan omset milyaran rupiah bagi dirinya. Segmen pasar yang ditujukan bagi para anak muda telah berhasil memberikan kesuksesan bagi Saptuari di usianya yang masih muda. Saat ini kedai digital juga sudah membuka sistem kemitraan untuk para pengusaha yang tertarik dengan bisnis cetak digital miliknya.

Untuk Info kemitraan silahkan cek langsung ke >> http://www.kedaidigital.com/

Kesuksesan Saptuari Sugiharto di usianya yang masih muda, memberikan inspirasi bagi kita untuk tidak takut mencoba segala peluang usaha yang ada.  

Semoga profil pengusaha “ Kedai Digital ” dapat memberikan manfaat bagi para pencari usaha maupun pelaku usaha lainnya.

Image result for saptuari sugiharto

Yang terakhir adalah tentang buku-buku yang beliau tulis yang hingga saat postingan ini saya publish masih ada pre ordernya yaitu buku doa tak tertolak  yang bisa sobat cek  >>http://bit.ly/doa-taktertolak Dan disini >> http://bit.ly/bukudewa-dtt

Selain Buku Doa Tak tertolak  yang merupakan seri terakhir dari Tetralogi saptuari,terdapat 3 seri sebelumnya yang di paketkan dalam paket bernama

Yang berisikan  :

saptuari sugiharto

Demikian ulasan panjang tentang Saptuari sugiharto yang sukses dengan Kedai digital,jogist,Bakso Granat dan Trilogi saptuari dan Tetralogi saptuari Doa Tak tertolak  semoga menginspirasi kita untuk tidak mudah putus asa dan selalu semangat Belajar dan terus Belajar demi mensukseskan bisnis online maupun offline dan member kebermanfaatan bagi banyak orang

Jika masih penasaran dengan beliau boleh cek blog nya >> http://saptuari.blogspot.co.id/  >> dengan Motto "JADI MANUSIA APA ADANYA SADJA...!"


Terima Kasih, 


Ahmad Burhan 

Sms/wa 081295435806

0 komentar

Post a Comment

Dapatkan Artikel terbaru kami dengan mensubscribe email sobat